Kenapa Sih Stabilitas Politik Itu Penting Banget?
Jujur saja, kalau saya lihat berita internasional sekarang, kadang bikin geleng-geleng kepala. Ada saja drama di sana-sini, dari Eropa sampai Asia. Perang masih berlanjut, ekonomi global rasanya kayak naik rollercoaster jungkir balik. Nah, di tengah hiruk pikuk dunia yang makin nggak jelas arahnya, saya sering kepikiran, gimana kabar ‘kapal’ kita, Indonesia? Rasanya, kita di sini butuh banget sesuatu yang bikin kita nggak ikut terombang-ambing ke sana kemari. Dan menurut saya, salah satunya adalah stabilitas politik.
Pernah nggak sih kamu merasa kesal kalau lagi asyik nonton film, eh, tiba-tiba iklan muncul terus-terusan? Kan ganggu banget. Nah, politik yang nggak stabil itu rasanya kayak iklan yang muncul di saat paling nggak tepat. Bikin konsentrasi buyar, rencana jadi berantakan, dan yang paling parah, bikin kita jadi was-was.
Stabilitas politik itu bukan sekadar kata-kata manis di pidato pejabat. Ini soal kenyamanan kita sehari-hari. Bayangkan saja kalau setiap hari ada isu politik baru yang bikin pasar saham anjlok, nilai rupiah goyang, atau bahkan sampai bikin investor asing mikir dua kali buat tanam modal di sini. Ujung-ujungnya, kita yang kena imbasnya. Harga barang naik, lapangan kerja makin sempit. Nggak enak, kan?
Saatnya Mikir Jangka Panjang, Bukan Sekadar ‘Hari Ini Enak’
Kadang, kalau lihat dinamika politik di negara kita, saya suka mikir, kok kayak dikejar waktu ya buat pemilu selanjutnya? Padahal, urusan negara itu kan kayak merawat tanaman. Perlu disiram, dipupuk, dan dirawat terus-menerus, bukan cuma pas lagi berbunga saja. Stabilitas politik itu harusnya jadi fondasi yang kokoh supaya kita bisa menanam hal-hal besar lainnya. Mulai dari membangun infrastruktur yang merata, meningkatkan kualitas pendidikan, sampai bikin pelayanan kesehatan makin prima.
Saya ingat waktu kecil, dulu kalau mau ke rumah nenek di desa butuh waktu berjam-jam lewat jalanan yang jelek banget. Sekarang, luar biasa rasanya lihat banyak jalan tol dan jalan yang bagus dibangun. Itu kan salah satu hasil dari pembangunan jangka panjang. Tapi, supaya proyek-proyek kayak gini bisa terus jalan tanpa hambatan, perlu iklim politik yang kondusif. Kalau pemimpinnya sering ganti atau sibuk rebutan kekuasaan, bagaimana mau fokus bangun bangsa?
Bagaimana Geopolitik Global Ikut ‘Nendang’ Kita?
Nah, ini yang bikin saya makin sering melihat berita luar negeri. Konflik di satu negara bisa berdampak ke negara lain, lho. Semacam efek domino. Misalnya, perang di Eropa bisa bikin harga energi naik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Atau ketegangan di Laut Cina Selatan, meskipun jauh, tapi bisa mempengaruhi rantai pasok barang-barang yang kita impor. Padahal, kita ini kan juga pemain di panggung dunia. Ekspor kita, hubungan dagang kita, semua itu terpengaruh sama apa yang terjadi di luar sana.
Kalau di dalam negeri sendiri kita sibuk ‘ribut’ dan politiknya tidak stabil, bagaimana kita mau bersikap tegas di kancah internasional? Bagaimana kita mau membuat keputusan strategis yang menguntungkan negara di tengah ketidakpastian global ini? Ibaratnya, kalau rumah sendiri berantakan, susah kan mau menerima tamu penting?
Justru di saat dunia sedang tidak menentu seperti sekarang, Indonesia perlu menunjukkan wajah yang tenang dan percaya diri. Dengan stabilitas politik, kita bisa lebih fokus pada pembangunan ekonomi, menjaga persatuan bangsa, dan tentunya, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itu bukan hal yang mudah, tapi menurut saya, itu adalah tujuan yang patut kita perjuangkan bersama.
Menjaga ‘Keseimbangan’ Itu Kuncinya
Memang sih, politik itu dinamis. Perbedaan pendapat itu wajar, bahkan sehat. Tapi, bagaimana perbedaan itu dikelola? Apakah berakhir menjadi gesekan yang merusak, atau justru menjadi bahan diskusi yang konstruktif? Menurut saya, kuncinya ada di bagaimana kita semua, mulai dari politisi, masyarakat sipil, sampai kita kaum awam, bisa punya kesadaran untuk menjaga keseimbangan itu. Stabilitas politik itu bukan berarti semua orang harus sama pendapat ya, tapi bagaimana kita bisa berjalan beriringan meskipun punya pandangan berbeda demi tujuan yang lebih besar.
Jadi, kalau ditanya pendapat saya, punya ‘gas rem’ politik yang kuat, yang bisa menjaga kapal Indonesia tetap melaju stabil di tengah badai global, itu bukan cuma keinginan, tapi sebuah keharusan. Kita semua punya peran dalam hal ini. Bagaimana menurutmu?
Baca juga:
Baca juga: