Lebih dari Sekadar “Suara” di TPS
Kalau dengar kata partai politik, yang terlintas mungkin cuma soal pemilu, kampanye, dan janji-janji manis. Jujur saja, saya kadang merasa begitu juga. Tapi, coba kita lihat dari kacamata yang berbeda. Bagaimana kalau partai politik itu kita anggap sebagai ‘rekan kerja’ pemerintah daerah dalam membangun kota? Bukan cuma saat pemilihan, tapi sepanjang waktu. Nah, pernyataan Mahyaruddin tentang peran partai politik dalam pembangunan Tanjungbalai ini sebenarnya menarik untuk dibedah lebih dalam. Ini bukan cuma soal menang atau kalah dalam pemilu, tapi bagaimana partai bisa ‘mengawal’ dan ‘membantu’ proses pembangunan itu sendiri.
Peran Nyata, Bukan Sekadar ‘Ngomong Doang’
Pembangunan kota itu kan kompleks. Ada infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan, bahkan sampai ke urusan kebersihan dan kenyamanan warga. Semua ini butuh perencanaan matang, eksekusi yang tepat, dan pengawasan yang ketat. Di sinilah partai politik punya potensi besar. Bayangkan saja, partai politik kan punya basis massa dan jaringan yang luas. Mereka bisa jadi jembatan aspirasi warga yang paling efektif. Kalau ada keluhan soal jalan rusak di gang sempit, atau kebutuhan fasilitas umum yang belum terpenuhi, partai bisa jadi ‘saluran’ pertama yang menyampaikan itu ke pemerintah. Tapi tentu saja, ini bukan cuma soal menyampaikan keluhan. Partai juga harus aktif memberikan masukan konstruktif, usulan kebijakan, bahkan ikut mengawasi realisasi program pembangunan. Saya pernah ngobrol sama salah satu pengurus partai di daerah lain, dia cerita kalau partainya punya tim riset kecil yang fokus mengamati isu-isu lokal dan menyiapkan rekomendasi kebijakan. Keren, kan? Itu baru namanya kontribusi nyata.
Bagaimana Partai Bisa ‘Ngajak’ Warga Ikut Membangun?
Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan adalah partisipasi publik. Seringkali warga merasa ‘tidak dilibatkan’ atau ‘tidak tahu apa-apa’. Partai politik bisa berperan sebagai fasilitator. Mereka bisa menggelar forum-forum diskusi, seminar, atau bahkan kegiatan bakti sosial yang melibatkan warga secara langsung. Misalnya, kalau ada program penataan kawasan kumuh, partai bisa bantu mengorganisir warga agar mereka paham pentingnya program tersebut dan mau bekerja sama. Kebetulan, beberapa waktu lalu saya ikut kegiatan bersih-bersih pantai di kampung halaman saya. Awalnya sepi, tapi pas ada salah satu tokoh masyarakat yang juga aktif di partai lokal datang dan mengajak, wah, antusiasme warga langsung naik drastis. Ini menunjukkan, kehadiran partai yang ‘hadir’ di tengah masyarakat itu bisa memantik semangat gotong royong.
Transparansi dan Akuntabilitas: Kunci Sukses Pembangunan
Pembangunan yang baik itu harus transparan dan akuntabel. Nah, partai politik, apalagi yang punya perwakilan di dewan, punya peran penting dalam memastikan hal ini. Mereka bisa menggunakan fungsi legislasi dan anggaran untuk mendorong agar setiap program pembangunan direncanakan dengan baik, anggarannya jelas, dan pelaksanaannya dilaporkan secara terbuka. Kalau ada indikasi penyelewengan atau praktik korupsi, partai juga punya ‘kekuatan’ untuk menyuarakannya. Tentu ini bukan perkara mudah. Butuh integritas dan keberanian. Tapi, kalau ini bisa dilakukan secara konsisten, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik dan juga pemerintah pasti akan meningkat.
Pernah kepikiran nggak, kalau partai politik itu bisa jadi ‘pengawas independen’ yang proaktif dalam pembangunan daerah? Bukan cuma mengkritik, tapi ikut menawarkan solusi.
Jadi, kalau ditanya bagaimana partai politik bisa mendukung pembangunan Tanjungbalai, jawabannya tentu lebih luas dari sekadar dukungan politik di parlemen. Partai harus hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan aspirasi, menggerakkan partisipasi publik, dan memastikan setiap program berjalan transparan serta akuntabel. Kalau semua partai politik di Tanjungbalai bisa menjalankan peran ini dengan sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin kota itu akan berkembang pesat.
Nah, menurut kalian, selain yang sudah disebutkan di atas, peran apa lagi yang paling krusial dari partai politik untuk pembangunan daerah? Yuk, berbagi pendapat di kolom komentar!
Baca juga: